Jetis, 17 Juli 2026– Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Bantul ke-195, Pemerintah Kapanewon Jetis menggelar Sarasehan Budaya bertema "Mengenang Sejarah dan Kiprah Maestro Dalang Legendaris Ki Timbul Hadiprayitno". Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengenang jasa dan dedikasi almarhum Ki Timbul Hadiprayitno sebagai salah satu maestro pedalangan yang telah mengharumkan nama Bantul sekaligus melestarikan budaya adiluhung wayang kulit.
Sarasehan dihadiri oleh unsur Forkopimkap Jetis, pemerintah kalurahan, tokoh masyarakat, pegiat seni dan budaya, akademisi, serta generasi muda. Melalui forum tersebut, para narasumber mengulas perjalanan hidup Ki Timbul Hadiprayitno, mulai dari kiprahnya sebagai dalang hingga kontribusinya dalam menjaga eksistensi seni pedalangan di tengah perkembangan zaman.

Panewu Jetis Muhammad Baried, S.Sos, MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa mengenang tokoh budaya merupakan bagian dari upaya menjaga identitas daerah sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.
"Ki Timbul Hadiprayitno bukan hanya seorang dalang, tetapi juga sosok pelestari budaya yang telah menginspirasi banyak seniman dan membawa nama harum Kabupaten Bantul hingga tingkat nasional. Semangat beliau dalam merawat seni tradisional perlu terus diwariskan kepada generasi muda," ujarnya.
Dalam menyampaikan materinya narasumber Prof. Dr. Kasidi Hadiprayitno, M.Hum yang merupakan putra dari Ki Timbul Hadiprayitno menyampaikan sejarah masa kecil hingga akhirnya Ki Timbul Hadiprayitno menjadi Maestro Dalang Legendaris di Kabupaten Bantul. Sosok Ki Timbul Hadiprayitno dinilai berhasil mengemas pertunjukan wayang sehingga tetap diminati masyarakat tanpa meninggalkan pakem budaya Jawa.
Kegiatan sarasehan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta berharap semangat, dedikasi, dan karya-karya Ki Timbul Hadiprayitno terus menjadi inspirasi dalam menjaga kelestarian budaya Jawa, khususnya di Kabupaten Bantul.
Sarasehan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bantul ke-195 yang mengusung semangat "Dharmaning Satriya Akarya Raharjaning Nagari", yaitu pengabdian melalui karya nyata demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.


